Tak Berkategori

Ternyata Ini Penyebab Israel Menyerang Palestina

Bentrok Israel menyerang Palestina bermula pada Jumat (7/5/2021) ketika umat Islam memadati kompleks Masjid Al-Aqsa, guna menyambut malam Lailatul Qadar di akhir Ramadhan. Tentara Israel mengatakan setidaknya 150 roket telah ditembakkan ke Palestina, termasuk rentetan enam roket yang menargetkan Yerusalem, sekitar 100 kilometer (60 mil) jauhnya.

Masjid Aqsa berada di puncak bukit yang merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam dan paling suci dalam Yudaisme. Ketegangan di situs itu, yang dikenal umat Islam sebagai Noble Sanctuary dan bagi orang Yahudi sebagai Temple Mount, telah memicu serangan kekerasan berulang kali di masa lalu. Polisi Israel menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet dalam bentrokan dengan warga Palestina yang melempar batu ke kompleks tersebut.

Asap mengepul di depan masjid dan kuil berkubah emas di situs tersebut, dan bebatuan berserakan di alun-alun di dekatnya. Di dalam satu area kompleks, puing-puing berserakan di atas karpet berornamen. Lebih dari 600 warga Palestina terluka di Yerusalem, termasuk lebih dari 400 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan klinik, menurut PMI Palestina.

Faktanya Israel Menyerang Palestina

Israel menyerang Palestina kembali memanas setelah hampir sepekan terjadi bentrok antara Warga Palestina dan polisi Israel di Kota Tua Yerusalem, hampir setiap malam. Baru-baru ini, ketegangan dipicu oleh rencana penggusuran puluhan Warga Palestina dari lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem timur, tempat pemukim Israel telah melakukan pertempuran hukum yang panjang untuk mengambil alih lahan dan properti.

Perang juga terjadi karena warga Israel akan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa untuk memperingati pencaplokan wilayah Yerusalem pada Perang Timur Tengah pada 1967 silam. Pencaplokan itu tidak diakui oleh komunitas internasional. Ratusan Warga Palestina lantas menyambangi Masjid Al-Aqsa dan dilaporkan melempari batu ke arah petugas keamanan. Otoritas Israel kemudian mengubah rute pawai yang direncanakan oleh ribuan orang di Yerusalem untuk memperingati Hari Yerusalem. Festival tahunan ini dimaksudkan untuk merayakan pencaplokan Israel atas Yerusalem timur dalam perang Timur Tengah 1967. Secara luas, pawai ini dilihat sebagai provokasi karena rutenya melewati jantung wilayah Palestina.

Israel juga merebut Tepi Barat dan Gaza pada tahun 1967. Israel kemudian mencaplok Yerusalem timur dan menganggap seluruh kota sebagai ibukotanya. Palestina juga menginginkan ketiga wilayah tersebut untuk jadi negara masa depan, dengan Yerusalem timur sebagai ibu kota mereka.

Lokasi Masjid Al-Aqsa


Ini terjadi setelah polisi Israel menembakkan peluru karet dan granat kejut ke arah para warga Palestina yang bersenjatakan batu.

Insiden ini terkait dengan ancaman pengusiran atas warga Palestina dari wilayah mereka yang diklaim oleh para pemukim Yahudi.Ketegangan kembali muncul di Yerusalem dan wilayah pendudukan Tepi Barat selama bulan suci Ramadan setelah beberapa kali bentrokan terjadi pada malam hari di Sheikh Jarrah – wilayah di mana banyak keluarga Palestina menghadapi pengusiran setelah sekian lama bersengketa secara hukum.

Puluhan ribu warga Palestina berdatangan ke Masjid Al-Aqsa, yang merupakan salah satu tempat suci bagi umat Muslim, kemarin untuk salat Jumat. Ini merupakan Jumat terakhir di bulan suci Ramadan tahun ini.

Setelah salat, banyak yang memilih tidak langsung pulang untuk ikut aksi protes menentang pengusiran warga Palestina di wilayah yang diklaim pemukim Yahudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.